Inilah Jenis-Jenis Anjing yang Digunakan Untuk Pelacakan Oleh Detasmen K-9 Polri

Senin, 18 Juli 2022

Detasemen Anjing Pelacak atau K-9 adalah salah satu bagian yang tidak bisa terpisahkan dari kepolisian di Indonesia. Dalam struktur kepolisian Indonesia, detasemen ini termasuk di dalam Direktorat di lingkungan Korsabhara Baharkam Polri yaitu dengan nama Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa).

Tugas Ditpolsatwa antara lain yaitu membina dan menyelenggarakan kegiatan penjagaan, pengawalan, patroli, dan SAR terbatas. Lalu, pengendalian massa (dalmas) dengan satwa (anjing dan kuda), pelacakan (umum, bahan peledak atau handak, narkoba, dan SAR/korban bencana). Berikut ini adalah beberapa jenis anjing yang digunakan oleh Detasemen K-9.

German Shepherd

German Shepherd adalah salah satu satwa anjing berasal dari Jerman yang memiliki nama lebih dari satu, yaitu anjing Gembala Jerman, Herder, dan German Shepherd. Anjing Gembala Jerman salah satu jenis satwa anjing yang digunakan oleh Polri untuk melacak karena terkenal cukup pintar (memiliki inteligensia tinggi) dan cepat belajar.

Bentuk badannya yang seimbang, membuatnya sangat cocok dijadikan anjing pekerja maupun anjing peliharaan. Tipe anjing ini sangat setia, pemberani, dan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan. German Shepherd juga sangat cocok untuk satwa anjing penjaga, satwa anjing polisi, dan satwa anjing penuntun orang buta.

Belgian Malinois

Belgian Malinois berasal dari Belgia, memiliki karakter sangat keras, daya penciuman, pendengaranya yang relatif tajam dibandingkan dengan satwa anjing lain, vitalitas dan mobilitasnya yang tinggi. Anjing Belgian Malinois biasanya digunakan sebagai satwa anjing penjaga dan juga anjing pelacak.

Pemanfaatan anjing Belgian Malinois di Polri direkomendasikan untuk pelacak umum, handak, narkoba, SAR, dan dalmas. Sesuai proporsi tubuhnya, anjing Belgian Malinois memiliki tinggi badan 54-60 cm dan berat badan 23-27 kg.

Dutch Shepherd

Dutch Shepherd rata-rata memiliki berat badan antara 50-70 kg dan tinggi bervariasi antara 55-63 cm. Dutch Shepherd adalah anjing serba bisa karena memiliki karakter yang kuat, mandiri, setia, dapat diandalkan, waspada, cerdas, aktif, dan intuitif sehingga cukup handal bila melakukan tugas kepolisian atau militer. Di Polri, pemanfaatan anjing Dutch Shepherd direkomendasikan untuk pelacak umum, handak, narkoba, SAR, dan dalmas.

Itulah beberapa jenis anjing yang dilakukan untuk pelacakan oleh Detasemen K-9 Polri. Mengetahui ada beberapa jenis anjing yang dilakukan olah Kepolisian Indonesia pastinya menyenangkan, namun ada juga hal yang menyenangkan lainnya yaitu bermain slot. Bermain slot memanglah terasa menyenangkan dan jika menang itu hanyalah bonus dari keberuntungan.

This entry was posted in Berita Terkini and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published.